Showing posts with label books. Show all posts
Showing posts with label books. Show all posts

Friday, 9 December 2016

“The more you read, the more things you know.”


I love to read. When I read, I can escape from the real world and just simply imagine my own world. The possibilities are endless; and most of the times, I’ll find myself drowned in it. A book is a gift you can open again and again! Don't you see how magical a book is?


Reading makes you much more knowledgeable than people who don’t read. Isn’t it pleasant, when you know some trivial facts that your friends don’t? Trust me, it’s something to be proud of, because all the informations you gain from books will be very useful in the future.

Reading also can train the way you think. It can make you forget your stress and take your problems away by drowning you in your world of imagination. It comforts you with stories, and sometimes it might control your emotion to the feelings inside. And most of the times, a book can make you lost your sense of time because you’ll just get carried away with it.

It’s totally different with watching movies. 



Monday, 9 May 2016

The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta 2016 | INDONESIA



Say welcome to the The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta 2016! Sebelumnya, aku nggak pernah tahu tentang pameran buku Big Bad Wolf ini, tapi setelah baca-baca di blog orang atau di sosial media lainnya, aku jadi tau kalo sebenernya pameran buku sekaligus bazaar buku super besar ini biasanya diselenggarakan di Malaysia. Dan asyiknya, akhirnya Big Bad Wolf memutuskan untuk menginjakkan kaki di Indonesia. Yap, akhirnya BBW masuk Indonesia, tepatnya pertama kali di Hall 9-10 ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD Serpong, Indonesia. Diselenggarakan selama 10 hari, yaitu dari tanggal 30 April hingga 8 Mei 2016. Biaya masuknya gratis, dan pada hari-hari tertentu BBW buka selama 24 jam penuh (bisa dilihat keterangannya pada gambar). 

Banyak orang berbondong-bondong ke ICE BSD sejak hari pertama demi memuaskan rasa penasaran akan ajang buku murah Big Bad Wolf ini. Kalau sedang ramai-ramainya, masuk ke dalam hall-nya saja bisa antri sampai 30 menit, lho! Tapi untungnya ketika aku datang ke BBW hari Jumat lalu, aku tiba agak pagi jadi masuknya nggak ngantri, cuma agak berdesak-desakan saja. Pas masuk, ya nggak terlalu kaget sih, karena udah liat banyak spoiler di sosial media. Puluhan meja dengan tumpukan ratusan buku di atasnya berderet dari ujung ke ujung. Dan yang pasti, lautan manusia yang sedang berburu buku.

Buku-buku yang disediakan BBW sebagian besar adalah buku impor. Jadi, harga murah yang ditawarkan tentu saja harga murah yang pantas untuk buku impor. Ini penting ya untuk diingat, karena kayaknya banyak juga orang yang ke BBW mencari buku lokal. Di BBW ada sih buku lokal, tapi nggak sebanyak buku impor dan sebagian besar buku lokalnya adalah terbitan Mizan. Ada berbagai macam genre; romance, general, young adult, fiction, non fiction, cookery, art/design, fantasy, children, dll. Yang paling mendominasi? Children! Banyak banget buku anak-anak, dan selama di BBW aku sering banget liat suami-istri bawa anak kecil yang trolinya isinya buku anak-anak semua. Salah satu section favorit aku yaitu bagian art/design. Banyak banget buku yang super useful buat anak design (buat cari inspirasi), soalnya banyak visual book full color dengan harga terjangkau. Visual book full color yang super tebel bisa kamu beli dengan kisaran harga Rp.150.000,00 sampai Rp.500.000,00. Aku sendiri beli satu yang temanya branding USA dengan harga Rp.200.000,00. Pengen yang tema lain juga sih, tapi sudahlah, takut khilafnya keterusan! Soal harga buku fiksi yang biasanya jadi favorit, keseluruhan sih kisaran harganya antara Rp.30.000,00 (ada yang goceng juga sih haha) sampai Rp.150.000,00-an. Untuk buku lokal, kisaran harganya murah banget, dari Rp.10.000,00 sampai Rp.25.000,00-an (terutama yang dari penerbit Mizan). Jadi kalo kamu suka seri-seri dari Mizan kayak Fantasteen, BBW bakal jadi surga duniawi banget buat kamu, asal isi dompetnya cukup.


Aku datang ke BBW (bareng keluarga) dengan antusiasme wajar, jadi nggak terlalu banyak persiapan. Jadi kalo nggak sengaja ketemu buku bagus ya syukur, kalo enggak yah yaudah. Tapi untungnya ketemu lumayan banyak buku bagus juga. Tapi aku sempet ngarep bisa nemu bukunya John Green sih di sini, tapi nggak ketemu. Sebagai gantinya, ada full set-nya Maze Runner sama Hunger Games. Aku kesampaian beli yang Maze Runner, tapi harus merelakan si Hunger Games karena... Aku udah punya yg terjemahan, hiks. Salah satu hal penting yang harus kamu persiapkan kalau mau datang ke BBW adalah energi dan kesiapan kaki. Kamu pasti bakal kepo sama setiap sudut pameran buku ini, pengennya jalan terus sambil ngepoin buku-bukunya, dan yang paling melelahkan adalah berdiri buat nantri bayar. Kemarin aku ngantri bayar sama keluarga sampai menyita waktu kurang lebih 1 jam!

Overall, kesan BBW sih seru banget, seneng aja gitu ngeliat buku-buku murah yang harganya diluar ekspektasi meskipun nggak beli, haha. Konon katanya sih, kalo pihak BBW melihat penyelenggaraan pertama ini disambut baik, BBW bakal diadakan setiap 6 bulan sekali, tapi nggak di Jakarta terus-terusan. Semoga beneran terjadi ya, supaya para pecinta buku yang belum bisa ke Jakarta untuk BBW kali ini juga bisa menikmati buku murah dari BBW. Pokoknya two thumbs up untuk The Big Bad Wolf!


Thursday, 23 July 2015

[Book] #88LOVELIFE by Diana Rikasari


Title: #88 LOVE LIFE
Author: Diana Rikasari
Illustrator: Dinda Puspitasari
Publisher: KPG
Pages: 128

As most people in fashion industry have already known, this book is written by the unique fashion blogger: Diana Rikasari. This book is fulfilled with 88 thoughts of love and life by Diana Rikasari and illustrated by Dinda Puspitasari. Dinda Puspitasari is one of famous illustrator in Indonesia (her artworks are adorable, you really need to check her blog out!). This book is sold throughout Indonesia, and some other nearby countries. I bought this book at Gramedia Summarecon Mal Serpong for IDR 88,000 a few days ago. 

Seperti yang sudah diketahui orang-orang yang berada dalam industri fashion, buku ini ditulis oleh sang fashion blogger unik: Diana Rikasari. Buku ini berisi 88 pemikiran mengenai cinta dan kehidupan oleh Diana Rikasari dan ilustrasinya dibuat oleh Dinda Puspitasari. Dinda Puspitasari adalah salah satu illustrator terkenal Indonesia (karya-karyanya lucu banget, kamu harus lihat di blog-nya!). Buku ini telah terjual di seluruh Indonesia dan beberapa negara lainnya. Aku beli buku ini di Gramedia Summarecon Mal Serpong seharga Rp. 88.000,- beberapa hari yang lalu.




This book is so cute and inspiring. This book is very photogenic! In instagram, many people uploaded their shots of this book using #88lovelife hashtag. I love taking pictures of this book, too. Never get me bored all the time. It's because the book is beautifully designed with motivational quotes and colorful illustration. I really can't decide which one's my favorite. Each of them are really good! Also, there are some black pages containing a short story about Diana Rikasari's first encounter with her husband, S. I want to spoil the story, but I think you rather buy yours to know the story! :b

Buku ini sangat imut dan menginspirasi. Buku ini photogenic banget! Di instagram, banyak orang mengunggah hasil potretan buku mereka menggunakan hashtag #88lovelife. Aku juga suka memotret buku ini. Gak ngebosenin sama sekali. Soalnya buku itu sendiri didesain secantik mungkin dengan kutipan-kutipan memotivasi dan berbagai macam ilustrasi berwarna. Aku sama sekali gak bisa menentukan kesukaanku yang mana, bagus semua sih! Selain itu, ada beberapa halaman hitam yang isinya cerita singkat tentang pertemuan pertama Diana Rikasari dengan suaminya yang sekarang, S. Aku pengen bocorin ceritanya sih, tapi kayaknya mendingan kamu beli sendiri buat tau ceritanya! :b


The cons of this book are: 1) the paper used is too thin. If you look closely, you might see the trace of the next page. This is pretty disappointing because I expected more than this, and yes, 2) I think the price IDR 88,000 is quite expensive for this book. In my opinion, at least this book worth more than IDR 50,000 but lower than IDR 88,000. And 3) this book isn't available in soft-cover (in Indonesia, there's no soft-cover version, idk if there's any in other country). Well, if there's a soft-cover version, I still prefer the hard-cover one. But I think there are some people who will choose the soft-cover version, whether it's based on their taste or whatever.

Kekurangan dari buku ini adalah: 1) kertas yang dipakai terlalu tipis. Kalau dilihat baik-baik, jiplakan halaman sebaliknya bisa kelihatan. Ini agak mengecewakan soalnya aku mengharapkan lebih dari ini, dan ya, 2) aku pikir harga Rp. 88.000 itu agak mahal untuk buku ini. Menurutku, seenggaknya buku ini berharga lebih dari Rp. 50.000, tapi lebih murah dari Rp. 88.000. Dan 3) buku ini gak ada versi soft-cover-nya di Indonesia. Yah, kalau emang ada versi soft-cover, aku sih tetep milih yang hard-cover. Tapi aku pikir pasti ada aja orang yang lebih milih soft-cover, entah karena selera atau apalah. 



By the way, the picture above is my illustration of Diana Rikasari! I drew it based on her pictures in this post in her blog. Tools I used are: mechanical pencil, drawing pens (0.2 and 0.3), and Lyra Rembrandt Polycolor pencils (and used Faber-Castell no. 330 for coloring the skin). Actually, I really want to do it digital (all because I checked Dinda Puspitasari's blog and drooled over her adorable digital illustrations) but I'm too lazy to draw using mouse and I have no pen tablet so... yeah xD

Ngomong-ngomong, gambar di atas adalah ilustrasi Diana Rikasari buatanku! Aku menggambarnya berdasarkan fotonya di post ini di blog-nya. Alat yang kugunakan adalah: pensil mekanik, drawing pen (0.2 dan 0.3), dan pensil warna Lyra Rembrandt Polycolor (dan Faber-Castell no. 330 untuk warna kulit). Sebenarnya, aku pengen banget menggambarnya secara digital (soalnya aku habis lihat blog-nya Diana Puspitasari dan kagum abis sama ilustrasi digitalnya yang lucu-lucu) tapi aku terlalu malas buat menggambar pake mouse dan aku gak punya pen tablet, jadi... yaaah xD

Overall, #88 Love Life is a good book :)

Rate: 3.5/5 

"Good deeds will always give you greater return."









All photos in this post are taken and edited by me.

Wednesday, 17 June 2015

[Book] In a Blue Moon by Ilana Tan


Judul: In a Blue Moon
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku: 320 halaman

Sinopsis
"Apakah kau masih membenciku?"
"Aku heran kau merasa perlu bertanya."

Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.
Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.

Sebelumnya, saya ingin menyatakan bahwa Ilana Tan adalah pengarang favorit saya di Indonesia. Saya sudah menikmati karya-karyanya sejak tetralogi empat musimnya diterbitkan. Membaca bukunya bisa membuat saya lupa waktu! Termasuk ketika membaca bukunya yang satu ini. Awalnya saya ingin menikmati buku ini pelan-pelan, berhubung buku terakhirnya (Sunshine Becomes You, 2012) terbit beberapa tahun yang lalu dan saya yakin buku berikutnya (setelah In a Blue Moon) tidak akan terbit dalam waktu singkat. Tetapi saya benar-benar tidak bisa. Buku ini benar-benar memaksa saya untuk terus membaca tanpa peduli waktu. 

Saya membeli bukunya beberapa hari yang lalu di Gramedia Summarecon Mal Serpong seharga Rp. 70.000,-. Cukup mahal untuk ukuran buku setebal 320 halaman. But, I have no regrets! Saya sama sekali tidak menyesal membeli buku ini. Soal cerita cinta, memang Ilana Tan jagonya. In a Blue Moon, terdiri dari satu prolog, dua puluh delapan bab, dan satu epilog, menceritakan tentang kisah cinta Sophie Wilson dan Lucas Ford. Mulai dari situasi dimana Gordon Ford, kakek Lucas secara sepihak menyatakan bahwa Sophie adalah tunangan cucunya dan penjelasan tentang bagaimana timbulnya rasa benci Sophie kepada Lucas semasa SMA. 

Karakter Lucas Ford adalah karakter laki-laki idaman. Tampan dan jangkung, Lucas adalah koki peraih bintang Michelin sekaligus pemilik Ramses, salah satu restoran terbaik di New York. Pria ini jatuh cinta kepada Sophie Wilson, gadis manis bertubuh kecil yang merupakan pemilik A Piece of Cake, sebuah toko kue di Madison Avenue yang menjual tartlet terbaik di New York. Namun karena suatu kesalahpahaman, Lucas telah merusak masa SMA Sophie di Chicago. Sebagai 'tunangan' Sophie, Lucas berusaha meluruskan masalah dan menjelaskan kepada Sophie bahwa dia sudah berubah dengan berbagai cara sehingga Sophie akhirnya luluh. Sophie pun awalnya tidak percaya bahwa kemudian ia tertarik kepada Lucas Ford. Lika-lika kisah cinta mereka sangat menarik, terlebih ketika Adrian Graves, mantan kekasih Sophie yang pergi tanpa kabar selama empat tahun terakhir, kembali dan berharap dapat melanjutkan hubungannya dengan Sophie. Ada pula Miranda Young, seorang model cantik yang berusaha mendekati Lucas untuk membantu karirnya.

Buku ini ringan dan sangat menghanyutkan: ketika saya sedang asyik membaca, tahu-tahu kisahnya sudah mendekati akhir. Pokoknya, In a Blue Moon merupakan salah satu karya terbaik Ilana Tan (walaupun bagi saya, semua karyanya adalah yang terbaik :)). Tidak heran In a Blue Moon menempati posisi teratas di Top 10 Gramedia selama berminggu-minggu.

Sekali lagi saya katakan, Lucas Ford adalah karakter laki-laki idaman. Selain penampilan fisik, tingkah lakunya yang dewasa dan kadang menggemaskan selalu membuat saya kesal kenapa malah Sophie yang mendapatkan pria sebaik dan semenyenangkan dia :p


"Sophie?"
Mata Sophie masih tidak di alihkan dari panggung.
"Honey?"
Tidak ada rekasi.
"Sweetheart?"
Masih tidak ada reaksi.
"Baby?"
Lagi - lagi tidak ada reaksi.
"Chouchou?"
"Apa? Kau memanggilku apa?"
"Bagus, panggilanmu sekarang adalah Chouchou. Kau yang memilihnya sendiri."
Hlm. 218


"Kau marah?"
"Tidak."
"Cemburu?" tanya Lucas lagi. Suaranya terdengar geli.
Sophie melotot ke arahnya. "Tidak."
"Tanganmu terkepal, chouchou."

Hlm. 224

"Kau ada di mana sekarang?"  
"Balkon." 
"Demi Tuhan. Sophie, kau ada di lantai berapa? Tidak, tunggu. Kau harus masuk sekarang." 
"Lucas, aku sama sekali tidak berada dekat di pagar balkon. Tenanglah." 
"Kalau kau tidak jatuh, kau akan membeku. Tolong masuklah ke dalam." 
"Aku memakai mantel." 
"Sophie..."  
"Katakan padaku, apakah kau juga sedang makan malam bersama keluargamu?"  
"Oh, baiklah. Ya. Seluruh keluarga besar berkumpul." 
"Kedengarannya menyenangkan." 
"Mm, tidak juga. Suasananya terlalu ramai, terlalu berisik, terlalu memusingkan." 
"Aku suka keluarga besar." 
"Menikahlah denganku dan kau akan mendapatkan semua itu." 
"Haha. Selamat Natal, Lucas Ford." 
"Selamat Natal, Sophie Wilson. Sekarang masuklah kembali."
Hlm. 230

"...kau hanya gadis biasa yang berpotongan tubuh kecil dan cukup manis jika tidak sedang memberengut. Kau tidak tinggi semampai dan tidak memiliki tampang eksotis. Benar-benar biasa."
"Geez, terima kasih banyak. Aku senang sekali mende..."
"Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku."
"..."
"Sophie?"
"Oh, diamlah."

Hlm. 231

"Aku benar-benar menyukai kenyataan bahwa kini aku bisa memelukmu kapan saja dan di mana saja sesuka hatiku."
(Lucas Ford)

 "Aku bersedia melakukan apa pun agar kau tetap berada di sisiku, bersamaku, selama kau juga menginginkan hal yang sama."
(Lucas Ford)

Miranda menggigit bibirnya dengan sebal. "Kau..." Ia ragu sejenak, "mencintainya?"
Lucas tidak menjawab.
Seberkas harapan Miranda terbit kembali. "Coba lihat," katanya puas, "kau bahkan tidak bisa menjawabnya!"
Lucas tersenyum samar. "Aku hanya ingin ketika aku mengatakannya, dia adalah orang pertama yang mendengarnya."
Hlm. 310 

Rate: 5/5

I can't wait for Ilana Tan's next masterpiece!

Wednesday, 29 April 2015

[Book] Paper Towns by John Green

First of all, I'm telling you that this review might actually gives you spoilers.


Title: Paper Towns
Author: John Green
Publisher: Speak
Pages: 305

"You will go to the paper towns and you will never come back." -Margo Roth Spiegelman

Got the book from my boyfriend a couple weeks ago. I don't know where did he bought this book for me, but you can find this book in Gramedia Bookstore for about IDR 145,000. I wanted this book since a few weeks ago when Paper Towns movie was announced to release on July 2015, and I always require myself to firstly read the book before watch the movie. I also did the same with The Fault in Our Stars

Just in case you're asking, why didn't I just read the translated one? Because I don't really like translated books. It feels awkward and sometimes, some parts are deleted because of Indonesian tight culture (you know lah). Besides, I honestly think that reading novel books in English feels fun and pretty challenging. It also improve my English language skills.

In short, Paper Towns tells you a story about Quentin Jacobsen, an ordinary boy falling in love with the mysterious girl Margo Roth Spiegelman. As Q said, "She loved mysteries so much that she became one," and she did become one.

According to their parents, she does runaway sometimes and left some clues for her family to find her, but nobody did. Now, she's gone again after hanging out with Q for a night until early morning. For some reason, Q thinks that she wants him to find her. And so Q's journey began. He gathers a lot of clues to find her with the help of his friends.

This book is divided into three chapters: 
  1. The Strings, which tells you about the night Q spent with Margo Roth Spiegelman to accomplish her eleven mission until early morning.
  2. The Grass, contains Q's journey with his friends finding clues to find Margo Roth Spiegelman starting with a poem book by Walt Whitman.
  3. The Vessels, tells you about 21 hours trip by a Ford minivan to find Margo Roth Spiegelman. 

Now, is anybody asking why does the book titled as Paper Towns? Are you asking what paper towns actually is? Well, if you really want to know, you have to look for it by reading the whole book!

In my opinion, Paper Towns is quite a good book. It's full of ups and downs, also contains romance, friendship, and also mystery. My favorite character is probably Quentin Jacobsen and Ben Starling. 
  • Quentin Jacobsen, because of his love for Margo Roth Spiegelman. He loves Margo so much that he's willing to stay in a haunted house just to find clues about Margo. He loves Margo so much that he chooses to not attending his graduation to find Margo. He loves Margo so much that he doesn't mind to do anything just to find Margo. 
  • Ben Starling, because of him needing to pee on Q's minivan during their 21 hours trip. And for enjoying GoFast nutrition bars so much, and for getting Lacey as his girlfriend, and for being the new keg stand record holder, and for wearing nothing under his graduation robes, and for having RHAPAW as his only car. 
I enjoyed this book so much that I can't wait for the movie. The trailer makes me curious even more, and I do think that Cara Delevingne matches Margo's image so much! To close this post, here are some photos of my book I took myself:




Rate: 5/5

"The town was paper, but the memories were not." -Quentin Jacobsen

"It's so hard to leave until you leave." -Quentin Jacobsen

"Everyone gets a miracle, my miracle is Margo Roth Spiegelman." -Quentin Jacobsen